HENTAK

Setelah rasio dipercaya menopang kehidupan manusia modern. Lantas, untuk apakah lagi perang digulirkan? Allen Ginsberg punya logat yang mendobrak menyoal ihwal ini.

“Adakah ketumpulan ideologi, yaitu kemarahan yang tak berdasar, di mana kemanusiaan sendiri pun tak kunjung selesai –dan kebebasan dikungkung rencana baik yang sebetulnya jahat.”

Begitulah Ginsberg muda berdiri berteriak lantang dengan puisi epiknya di bawah sinar lampu yang redup. Meski tidak serta merta dapat dihakimi, kata Ginsberg, kalau kita selama ini telah dikorbankan oleh ideologi. Barangkali, pandangannya mewakili para pemuda yang ditengah abad 20 yang berkecamuk. Mereka bernama: Generasi Menghentak.

Tapi, begitulah adanya. Bagaimana pun juga, Generasi Menghentak, atau Beat Generation, adalah tanggapan kejenuhan. Mereka itu penegasan atas kekhawatiran! Dan kala itu Ginsberg, melaluiHowl & Other Poems, hendak membongkar kebisuan masyarakat Amerika setelah Perang Dunia. Ia deklamasikan kesemuanya di beberapa pertemuan di kedai minum San Francisco, disuguhkan dalam rima yang mengecam. Tapi nyata.

Waktu itu tahun 1956, setelah delapan tahun gerbang-kesepakatan Perang Dingin, di mana blok Barat dan blok Timur seolah-olah saling mengunci senjata bom atom di gudangnya, meski pembangunan pangkalan armada tempur di negara jajahan masih dilakukan. Lalu melunakkan perang fisik menjadi kegiatan pengalihan kepada pemelorotan ideologi lawan-politik negara yang tanpa batas: propaganda di media massa, digelontorkan secara terang, dan dalam jumlah yang besar. Amerika, salah satu darinya.

“Tahun 1948 merupakan waktu krusial pasca perang, di situ dunia bertolak balik.” kata Ginsberg. Amerika ingin memperbaiki citra-diri di khalayak publik, yang belum begitu pulih menyeluruh dari krisis yang mengguncang tatanan ekonomi nasionalnya, alih-alih malah tampil sebagai Polisi Internasional: juru pendamai kekacauan dunia, berlabel PBB. Bagi Ginsberg, pembohongan bila sampai yang demikian itu hanyalah sesuatu yang percuma. Ideologi dimaki, ideologi dicintai. Namun, peperangan yang dikatakan usai, tak kunjung surut.

Sehingga, dengan Howl & Other Poems menjelmakan ungkapan tragis negerinya. Ditopang pengaruh dari Jack Keroac, pengarang Beat Generation: Howl & Other Poems bernafas terengah-engah karena berlari dengan rasa kegelisahan di ruangan yang tembus-batas, yakni kehidupan, yang dikatakan berdasarkan rasio manusia modern, yang penuh dendang Jazz Kematian –istilah Ginsberg. Kegelisahan masyarakat yang terhisap oleh situasi yang diciptakannya sendiri. Seperti dihantui kecemasan terselubung yang dirasakan individu ketika lini Korporasi Permodalan menarasikan skenario jorok, digantungkan kepada dinamika pasar bebas. Kemudian menjelmakan skema hidup sehari-sehari masyarakat –disadari atau pun tidak. Sampai para pemuda termangu di persimpangan ideologi.

“Go fuck yourself with your atom bomb. America still doesn’t understand.” kecam Ginsberg. Namun, Ronald Reagen mengambil inisiasi: demi Amerika, CIA yang didanai menghimpun pengarang serta pemikir muda untuk dibentuk konferensi, guna menyoalkan gagasan tanggapan situasi sosial-politik yang merebak. Meski, akhirnya mereka setuju untuk menolak ditunggangi. Encounter dicetak-siarkan, majalah agitasi-propaganda perang dingin Amerika, dengan bekal dalih naif untuk meredam gerakan-gerakan radikalisme pasca perang, yang datang dari kalangan sipil. Kenapa yang sipil?

Namun, Reagen tak teliti, kalau duduk perkara ideologi itu kan sukar jika diluruskan di dalam kepala manusia, secara masif di kalangan sipil, terutama di kalangan pemuda. Sedangkan pemuda pada saat itu tumbuh berkembang dari rasa trauma yang tak bisa dilupakan, dihapuskan mereka: kecamuk peperangan.

Di sana, timbul-tenggelam Generasi Menghentak, yakni generasi pemiliki akses murah dalam hal beraktivitas menemukan, pun membahasakan Kegermelapan dan Kekuasaan di jalanan –tentunya dengan Kebohongan dan Kepalsuannya. Mereka tak acuh pada pemerintah, bukan berarti tidak mempunyai sikap sadarnya. Adalah Ginsberg dari salah satu yang tampil ke permukaan.

Maka buat apalagi pertentangan ideologi? Adakah rasio di sana, kesadaran untuk hidup yang damai bersama di kancah modernitas. Semisal fasisme Jerman dan Italia yang menyuarakan, semasa Ginsberg remaja, Bunuh semua orang Yahudi! Dunia tak lebih dari huru-hara. Dalam tanda petik, peradaban generasi Ginsberg tidak dapat ditutupi kalau mengalami percepatan karena ada perbenturan sosial-politik signifikan. Meski paradoks laku ideologi atas gerakan di kalangan pemuda muncul semasa Reagen memimpin. Jacques Barzun, satu dosen Ginsberg di Universitas Kolombia, pernah berkata:

“I want to learn Marxian, because I think we cannot teach our best students –mostly Marxist until we know a great deal more than they do about their religious conversions.”

Tapi, apa yang demikian itu radikal? Di sini, pemuda, dan paradoksnya, tetap jadi ketakutan terbesar Reagen, mungkin juga berasal dari kalangan penguasa yang tak lagi muda. Paranoid! Sebab, untuk apa Howl & Other Poems digugat ke meja hijau, bahwa puisi Ginsberg tak memberikan jasa pada susastra: hanya berisi kecabulan dan ketaksopanan. Padahal, seperti kalimat T.S. Eliot di tahun 1948, “Kita tidak bisa terus selewengkan revolusi. Sebab, setiap generasi yang berganti punya diksi bahasa yang penting sesuai suara zamannya.”

Generasi Menghentak, yang hippies sekali pun, adalah sikap untuk percaya bahwa ada kedamaian yang bisa diciptakan, dirayakan ketika negara seperti tidak peduli memikirkan masyarakat. Pemuda-pemuda itu keluar ke penjuru jalanan, mereka berseru “Perang Sudah Tamat! Kamilah Yang Rasional!”

(Tulisan ini pernah ditempel pada majalah dinding LKM UNJ, Rawamangun, Januari 2013)

Advertisements

One thought on “HENTAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s